-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

56 Tahun Unimal: Dari Kampus Pase ke Empat Pulau Yang Kembali

Juni 23, 2025 Last Updated 2025-06-23T03:07:48Z

Tim Ekspedisi Dies Natalis Universitas Malikussaleh melakukan perjalanan ke Kabupaten Aceh Singkil dan empat pulau yang pernah sengketa, Sabtu (21/6/2025).

Singkil -
Di bawah langit biru yang bersih, di ujung barat Indonesia, sebuah langkah kecil membawa makna besar bagi sejarah Aceh. Sabtu, 21 Juni 2025, Tim Ekspedisi Dies Natalis Universitas Malikussaleh tiba di Kabupaten Aceh Singkil. Bukan sekadar ekspedisi biasa, perjalanan ini adalah ziarah historis dengan menyusuri kembali batas tanah yang lama diperebutkan, dan kini telah kembali ke pelukan Provinsi Aceh.

Dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra ASEAN Eng, tim melanjutkan perjalanan laut menelusuri empat pulau yang pernah menjadi sengketa panjang antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara yaitu Pulau Mangkir Ketek, Mangkir Gadang, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan. Pada 17 Juni 2025, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menandatangani keputusan yang menetapkan keempat pulau tersebut kembali secara sah menjadi bagian dari Aceh, dikelola oleh Kabupaten Aceh Singkil.

Perjalanan ini bukan hanya ekspedisi fisik, tapi ziarah emosional. Sejarah, luka, dan harapan bertaut dalam tiap hembusan angin laut. Di tengah riak ombak, Tim Dies Natalis Unimal mendirikan tenda di Pulau Panjang pada Minggu (22/6/2025), sebuah pulau sunyi yang menyimpan cerita panjang tentang identitas dan perjuangan.

“Empat pulau ini seperti anak yang lama hilang dan kini pulang. Sayangnya, mereka kembali dalam keadaan sepi, tak lagi berpenghuni,” ungkap Dr. Teuku Zulkarnaen, Dekan FISIP Unimal yang turut dalam ekspedisi.

Menurutnya, hanya pekerja musiman yang datang mengambil hasil bumi seperti buah kelapa setiap bulan. Tak ada aliran listrik, tak ada sinyal komunikasi. Hanya semangat yang menyala dari generasi terdidik yang ingin memastikan bahwa pulau-pulau itu tak kembali tenggelam dalam sunyi dan terlupakan.

Tim Dies Natalis Unimal yang juga diikuti pengurus organisasi kemahasiswaan seperti BEM, DPM, dan MPM Unimal yang melakukan pengibaran spanduk Dies Natalis ke-56, menanam pohon, menggelar renungan malam, dan membangun tugu memorial sebagai simbol kehadiran intelektual Aceh di pulau terluar. Cahaya dari genset menjadi satu-satunya penerangan yang menyinari tekad mereka di malam tanpa listrik.

Tak hanya itu, ekspedisi ini juga menjadi momen perjumpaan simbolik ketika tim bertemu dua senator: Azhari Cage dari Aceh dan Alfiansyah "Komeng" dari Jawa Barat, yang keduanya menyuarakan dukungan terhadap pengembalian pulau-pulau tersebut ke Aceh, menyusul terbitnya Kepmendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025.

Dari Pulau Panjang, tim kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Singkil untuk menandatangani Nota Kesepahaman antara Unimal dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil pada Senin (23/6/2025). Nota ini menjadi titik awal sinergi akademik dan pengembangan kawasan perbatasan, agar tak hanya menjadi batas wilayah, tapi juga tapal inspirasi

Dies Natalis ke-56 Universitas Malikussaleh tahun ini mengangkat tema “Mengarungi Nusantara sebagai Komunitas Terpelajar.” Tema itu menggambarkan perjalanan yang luas dan penuh tantangan, melintasi berbagai pulau, budaya, dan keberagaman Indonesia. "Mengarungi" bukan hanya secara geografis, tetapi juga secara intelektual dan sosial yang menembus batas wilayah untuk membawa nilai, ilmu, dan kontribusi ke seluruh pelosok negeri.

Juga menunjukkan identitas kolektif civitas akademika yaitu mahasiswa, dosen, alumni, dan semua unsur universitas sebagai kelompok yang berpikir kritis, menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, dan memiliki kepedulian sosial. Komunitas ini tidak hanya mengedepankan keilmuan, tetapi juga etika, empati, dan tanggung jawab terhadap bangsa.[]

×
Berita Terbaru Update