Aceh Utara – Himpunan Mahasiswa Dewantara (HIMADA) Kabupaten Aceh Utara resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Kecamatan Dewantara, Kamis (1/5). Pelantikan ini menjadi tonggak awal pergerakan HIMADA dalam mewujudkan peran pemuda sebagai agen perubahan yang solutif, inspiratif, dan berpihak kepada masyarakat.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Camat Dewantara, Nawafil Mahyudha, S.STP., yang sekaligus meresmikan kabinet baru HIMADA. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kontribusi pemuda dalam pembangunan sosial dan daerah.
“Mahasiswa adalah harapan masa depan. HIMADA harus menjadi jembatan antara aspirasi pemuda dan kebutuhan masyarakat serta menjadi motor perubahan sosial yang positif,” tegas Nawafil.
Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat dalam acara ini turut memperkuat dukungan lintas sektor terhadap HIMADA. Ketua Forum Geuchik Dewantara, Tgk. Razali, dalam pesannya menekankan pentingnya keteladanan dalam gerakan mahasiswa. Ia mengajak pengurus HIMADA untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Ki Hadjar Dewantara, yang menjadi inspirasi nama organisasi ini.
“Generasi muda harus meneladani semangat Ki Hadjar Dewantara, tak hanya dalam intelektualitas, tetapi juga dalam keberpihakan kepada rakyat dan pengabdian terhadap bangsa. HIMADA harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol,” ujar Tgk. Razali dengan penuh semangat.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Camat Dewantara, Saifunnizar, SE (Anggota DPRK Aceh Utara), Imum Mukim Keude Krueng Geukueh, Perwakilan Dandim 03 Dewantara, Anggota DPRK Lhokseumawe, Juru Bicara KPA Wilayah Kuta Pase, Panglima Wilayah Kuta Pase, Sekretaris PA Lhokseumawe, serta Perwakilan organisasi kepemudaan dan paguyuban wilayah Dewantara
Kehadiran mereka mencerminkan sinergi dan harapan besar terhadap HIMADA sebagai mitra strategis dalam pembangunan berbasis pemuda.
Ketua HIMADA terpilih, Khalid Azizi, dalam pidatonya menyampaikan komitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami sadar bahwa tantangan ke depan tidak mudah. Tapi sebagai pemuda, kita harus tetap berdiri, bergerak, dan melayani,” ungkap Khalid menutup pidatonya dengan penuh optimisme.[]
